Cara Mudah Membaca Panjang Pendek (Mad) di Al-Qur'an Cetakan Madinah

Gemini said

Cara Mudah Membaca Panjang Pendek (Mad) di Al-Qur'an Cetakan Madinah

Sering Keliru Panjang Pendek Ngaji? Ini Rumus 2 Ketukan yang Paling Pas!

Temen-temen sekalian, pernah merhatiin nggak sih? Kalau kita buka Al-Qur’an cetakan Madinah, huruf-huruf yang dibaca panjang 2 harakat itu cara nulisnya agak beda lho sama cetakan Indonesia. Sederhana, tapi ini ngaruh banget buat bacaan kita.

Biar kita satu frekuensi dulu nih. Kalau di tulisan ini disebut "dibaca panjang", maksudnya durasinya fix 2 harakat. Tapi kalau disebut "ditahan", nah itu beda lagi, maksudnya dibaca 3 harakat. Simpel, kan?

Terus logikanya, 2 harakat itu seberapa lama sih?

Ukuran panjang 2 harakat itu simpelnya adalah 2 kali lipat dari bacaan pendek. Kalau temen-temen butuh gambaran fisiknya, coba pakai isyarat tangan: dari kondisi tangan mengepal, coba buka, lalu tutup (kepalkan) lagi secara langsung tanpa ditahan. Nah, pas segitu durasinya!

Ada juga sih yang suka pakai metode ayun suara. Boleh aja, tapi warning nih, hati-hati! Jangan sampai kita ngayun suara cuma demi dapet irama yang enak, eh alasan tajwidnya malah dikorbanin. Makanya, khusus di metode Instan Tajwid ini, kita nggak nyaranin temen-temen pakai metode ayun di awal pembelajaran. Kita benerin dulu fondasi ketukannya.

Gini ya aturannya, huruf Alif, Ya, dan Wawu yang ditulis polosan—tanpa sukun atau tanpa tanda baca apa pun—itu fungsinya cuma satu: buat manjangin bunyi dari huruf sebelumnya (ini yang kita sebut Mad). Panjangnya 2 harakat atau 2 ketukan.

Yuk kita bedah satu-satu, perhatiin ya:

Cara Mudah Membaca Panjang Pendek (Mad) di Al-Qur'an Cetakan Madinah

1. Kapan Baris A Dibaca Panjang? Baris A (fathah) itu bakal dibaca panjang 2 harakat kalau di depannya ketemu Alif besar (tanpa tanda baca) atau Alif kecil.

Nah, di sini letak bedanya. Kalau di cetakan Madinah, penulisan alif kecilnya itu ditulis baris A dulu, baru ada alif kecil setelahnya. Kalau di Al-Qur’an cetakan Indonesia lebih simpel, cuma ditulis alif kecilnya aja (sering kita sebut fathah berdiri).

2. Kapan Baris I Dibaca Panjang? Baris I (kasrah) dibaca panjang 2 harakat kalau di depannya ada huruf Ya tanpa sukun atau tanpa tanda baca apa pun (kita sebut mad Ya).

Menariknya, cara nulis huruf Ya di mushaf itu ada 3 gaya:

  • Ditulis utuh pakai titik 2 di bawah.

  • Ditulis tanpa titik, jadi cuma kelihatan ekornya aja.

  • Ditulis kecil (nggak sempurna bentuk Ya-nya), mirip kayak koma terbalik.

3. Kapan Baris U Dibaca Panjang? Baris U (dhammah) dibaca panjang 2 harakat kalau di depannya ada huruf Wawu tanpa sukun atau tanpa tanda baca apa pun. Huruf Wawu ini bisa ditulis dengan ukuran gede (normal) atau ditulis dalam ukuran kecil.

Catatan Penting Nih! Kalau temen-temen ngelihat di atas huruf Wawu itu ada Hamzah, fokus! Yang dibaca itu adalah huruf Hamzah yang ada di atasnya. Jadi, Hamzahnya dibaca pendek 1 harakat aja. Di contoh tadi, bacanya tegas "Syufa'aau", jangan malah dipanjangin ya.


Materi ini dirangkum dari buku Instan Tajwid. Versi lengkapnya bisa kamu akses di sini: E-Book Instan Tajwid.