Cara Cepat Belajar Membaca Alquran - Tanpa Menghafal Tajwid

Cara Cepat Belajar Membaca Alquran - Tanpa Menghafal Tajwid

Jenius Baca Quran merupakan program cara cepat belajar membaca alquran. Program yang fokus ke cara baca dan tanpa menghafal teori atau hukum tajwid

Konten [Tampil]

Jenius Baca Quran merupakan program cara cepat belajar membaca alquran. Program yang fokus ke cara baca dan tanpa menghafal teori atau hukum-hukum tajwid.


Cara cepat belajar membaca Alquran
Cara cepat belajar membaca Alquran

Alhamdulillah, akhirnya e-book ini bisa selesai. Ebook ini berisi cara cepat belajar membaca Alquran bagi Anda yang sibuk dan ingin segera lancar baca quran.


Jazakallah khoir kepada ust. Bambang Abdullah dari baca Qur’an Sistem Abatatsa yang telah memberi ilmu tentang cara mudah membaca Al-Qur’an dan senantiasa memberi semangat untuk menyebarkan ilmu ini. 


Kepada asatidz di Masjid Raya Habiburrahman PT.DI yang memberikan insprirasi untuk senantiasa berinteraksi dengan Al-Qur’an. Kepada kedua orangtua yang senantiasa memberi dukungan dan do’anya. Dan kepada semua yang berkontribusi baik secara langsung maupun tidak langsung atas ebook ini. 


Semoga Allah membalas dengan balasan yang lebih baik di dunia dan akhirat. Dan semoga ebook cara cepat belajar membaca Alquran ini bisa menjadi amal shaleh yang mengalir sampai hari kiamat. Aamiin.


Daftar Isi Cara Cepat Belajar Membaca Alquran

Pendahuluan

Daftar Isi

Ebook Cara Cepat Belajar Membaca Alquran Untuk Siapa?

Tidak Perlu Menghafal Tajwid !

Alur Belajar Baca Al-Qur’an yang Biasa Dilakukan

Untuk Apa Belajar Tajwid?

Kunci Ilmu Tajwid

Perbedaan Al-Qur’an Madinah dan Al-Qur’an  Indonesia

Tajwid Simbol

Simbol-simbol dalam Al-Qur’an

     Nun Mati dan Tanwin

     Sukun

     Tasydid

     Mim Mati

Lafazh Jalalah (Allah)

Hamzah

Mad

     Mad Asli

     Mad Far’i 

Waqaf

Istilah-istilah dalam Al-Qur’an


Ebook Ini untuk Anda 

Ebook Cara Cepat Belajar Membaca Alquran ini untuk Anda yang 

  • Tidak mau belajar teori tajwid, atau belum mau menghafal hukum tajwid
  • Pernah hafal hukum tajwid tapi kesulitan untuk mengaplikasikannya dalam tilawah
  • Merasa trauma dengan hukum tajwid
  • Mau fokus pada cara baca, istilah tajwid hanya tambahan
  • Tidak diperuntukan bagi yang ingin memperdalam/belajar teori tajwid


Perkenalan & Interaksi dengan Al Qur’an

Seperti anak di tahun 90an, saya belajar mengaji di masjid  menggunakan metode Bagdhadiyah. Karena kurang pengulangan, baru bisa baca Al Qur’an tanpa dieja kelas 6 SD. Namun kala itu sudah disebut lancar (padahal baru bisa baca tanpa dieja). Belajar hukum tajwid dilanjutkan di SMP dan SMA. 


Pengalaman pertama mengajar tajwid ketika SMA. Di sekolah program khusus belajar tajwid seminggu sekali untuk kelas 10. Dan yang mengajar adalah kakak kelas remaja masjid (rohis). Disinilah perjalanan untuk ikut menyebarkan ilmu tajwid dimulai. 


Karena bukan dari pesantren, dan belum pernah ikut kelas tajwid atau tahsin, jadi yang diajarkan hanya menyampaikan apa yang ada di diktat atau modul.


Merasa kurang dengan ilmu tajwid, saya cari-cari program cara cepat belajar membaca alquran. Cari yang simpel dan mudah supaya bisa cepat bisa (^_^). Alhamdulillah dipertemukan dengan ust. Abu Robbani. Belajar walaupun tidak khusus ikut kelas, hanya ikut seminar dan via buku dan cd.


Supaya dapat ilmu lebih, saya cari kesempatan belajar di LTQ. Dan kembali Allah tunjukkan jalan, ada lowongan untuk mengajar tahsin. Saya berpikir, masa disuruh ngajar tapi ngga diajarin dulu (Intinya supaya bisa belajar dan gratis .... modus).


Akhirnya coba untuk daftar dan diterima untuk mengajar baca dan menghafal Al Qur’an untuk anak SD. Disinilah pengalaman menarik tentang cara cepat belajar membaca Alquran dimulai.

Mulai mengajar baca Al Qur’an di SDIT Fithrah Insani tahun 2006. Di sekolah ini, anak-anak belajar baca Al Qur’an menggunakan metode Abatatsa. 


Bagi saya, metode ini sangat menarik, karena bisa membuat anak-anak kelas 1 & 2 bisa lancar membaca Al Qur’an. Bukan hanya 1 atau 2 anak, tapi lebih dari setengahnya. 


Oiya, lancar disini bukan hanya bisa baca tanpa dieja ya, tapi juga bertajwid. Jadi lancar disini artinya cepat dan bertajwid. Bacanya cepat karena tidak dieja dan juga menerapkan hukum tajwid.


Mulai tahun 2008 juga mulai mengajar privat dan group, anak-anak sampai kakek nenek. 

Awalnya cara yang dipakai seperti pada umumnya di LTQ dengan menggunakan pendekatan menghafal hukum tajwid. Tapi ini banyak menjadi kendala, terutama yang sudah sepuh.


Akhirnya coba pakai metode Abatatsa, dan ternyata banyak membantu. Terutama dalam mengaplikasikan tajwid. Ini menjadi alternatif cara cepat belajar membaca Alquran.


Mereka tidak perlu menghafal hukum-hukum tajwid terlebih dahulu sebelum mempraktekkannya. 

Dan ditambah materi tajwid dari buku ust. Abdul Aziz A. Rouf, Lc al Hafizh yang isinya mudah difahami dan simpel.


Jenius Baca Qur’an mencoba memadukan antara metode Abatatsa yang saya pelajari dari ust. Bambang dan juga materi tajwid ust. Abdul Aziz A. Rouf al Hafizh.


Ini menjadi alternatif cara cepat belajar membaca Alquran, karena tidak perlu menghafal hukum tajwid untuk bisa membacanya dengan benar. Dan menggabungkan beberapa hukum yang mempunyai cara membaca yang sama sehingga lebih simpel dalam mengaplikasikannya.


Semoga Allah memudahkan kita untuk senantiasa dekat dan berinteraksi dengan Al Qur’an. Bisa membacanya sebagaimana Allah turunkan, dan dicontohkan oleh nabi Muhammad SAW.


Ebook Jenius Baca Qur’an 1.0 ini merupakan pandual level 1. Membahas tentang cara cepat belajar membaca Alquran tanpa menghafal hukum tajwid. 

Di level 2, baru belajar dan mendalami hukum-hukum tajwid.


Yuk kita mulai cara Jenius Belajar Baca Al Qur’an !!!


Tidak perlu menghafal tajwid !

Cara cepat belajar membaca Alquran tidak perlu menghafal teori atau hukum-hukumtajwid. 


Coba jawab pertanyaan ini :

Perlu ngga sih kita belajar teori tajwid? 

Perlu ngga kita menghafal istilah-istilah tajwid?


Yuk jawab pertanyaan ini dengan mengembalikan ke hukumnya dalam islam.


Hukum belajar ilmu tajwid secara teori, termasuk istilah-istilah tajwid adalah fardhu kifayah. Artinya belajar tajwid itu wajib, tapi kalau ada yang sudah belajar tajwid di wilayah itu maka kewajiban untuk belajar tajwid bagi semua orang gugur. 


Fardhu kifayah kewajiban yang bisa diwakilkan kepada sebagian orang.


Dan hukum membaca Al-Qur’an sesuai dengan kaidah / hukum tajwid adalah fardhu ‘ain


Artinya setiap orang harus/wajib membaca Al-Qur’an sesuai tajwid dan tidak dapat diwakilkan. Jadi tidak bisa karena di wilayah itu ada yang sudah bisa membaca dengan lancar (cepat & bertajwid), maka yang lain bisa membaca diluar kaidah tajwid.


Mungkin ada yang bertanya : 


Kalau belum hafal hukum tajwid, bagaimana bisa baca Al-Qur’an dengan tajwid?
” 


Ya, tilawah sesuai tajwid itu harus, tapi belajar teori tajwid itu boleh. Maksudnya? 


Iya, yang perlu dilakukan adalah tilawah sesuai tajwid. Baru setelah itu kalau mau belajar teori tajwid boleh.


Belum ngerti …..

Hehe …. 


Bahasa mudahnya, ngga perlu menghafal teori tajwid atau istilah-istilah tajwid untuk bisa tilawah dengan benar


Dan ini merupakan cara cepat belajar membaca Alquran yang masih asing di masyarakat. Lalu, bagaimana caranya? 


Ada … mau tau atau mau tau banget ?


Contoh mudahnya seperti ini.


Kita sebagai umat muslim wajib makan yang halal. Misal, kita mau beli sesuatu di minimarket. Bagaimana caranya kita memilih makanan atau minuman yang halal?


cara memilih makanan halal


Ada 2 cara memilih makanan halal : 

1. Cara pertama adalah belajar tentang zat yang termasuk halal dan haram. Kemudian kita lihat kandungan yang ada di makanan tersebut satu persatu dan juga cara memasaknya dari awal sampai penyajiannya. Kalau kita temukan hal-hal yang haram, maka makanan tersebut masuk kategori haram.


2. Cara lainnya, dan ini lebih mudah. Yaitu dengan melihat logo halal yang dikeluarkan MUI. Kalau ada logo halal, insyaAllah makanan tersebut masuk kategori halal.


Dari kedua cara tersebut, mana yang Anda lakukan?


Tentu cara pertama itu sangat bagus, tapi untuk sampai level itu perlu waktu dan juga effort lebih. Belajar tentang zat yang halal atau haram dalam Islam.


Dan, tidak semua orang bisa melakukan hal itu.


Saya yakin, sebagian besar umat muslim melakukan cara kedua. Mempercayakan proses penilaian halal ke MUI. Dan umat tinggal menikmati hasilnya melalui lambang halal di makanan atau minuman.


Nah, begitupun dengan membaca Al Qur’an. Ada 2 cara, pertama dengan belajar hukum ilmu tajwid seperti yang dipelajari di pengajian, sekolah dan pesantren atau menggunakan cara kedua melalui hasil dari ilmu tajwid berupa simbol (tanda baca). Dan cara kedua ini merupakan cara cepat belajar membaca Alquran.


Salah satu hikmah dari hukum fardhu ‘ain dan fardhu kifayah adalah supaya umat Islam bisa menguasai semua hal yang bermanfaat dan mempermudah dalam menjalankan ajaran Islam. 


Semua hal seperti makanan/minuman halal, kesehatan, peperangan, pakaian, fiqih, tauhid, dll. Dan setiap manusia diberikan kelebihan tersendiri oleh Allah untuk mengambil peran dari salah satu hal tersebut.


Tidak ada manusia yang bisa menguasai semuanya. Termasuk para ulama pun, mereka mempunyai spesifikasi atau keahlian khusus.


Jadi, bagi Anda yang mau belajar hukum tajwid, itu bagus. Berarti Anda mengambil peran sebagai fardhu ‘ain. Dan ini mempunyai kelebihan khusus. Dan bagi Anda yang tidak mau mengambil peran ini, maka lakukan yang fardhu kifayah.


Jangan salah faham ya. Bukan berarti hukum tajwid tidak penting lho. Saya hanya mengatakan bahwa tidak semua orang harus belajar hukum tajwid. Dalam arti menghafal hukum-hukum tajwid secara teori.


Jadi, jangan sampai ada anggapan untuk bisa lancar membaca Al Qur’an harus menghafal hukum tajwid. Sama seperti ketika memilih makanan/minuman di minimarket. Tidak perlu belajar tentang zat yang halal atau haram untuk bisa membedakan.


Dan tentu keutamaan khusus dari Allah bagi yang belajar ilmu tajwid. Karena mereka menjadi orang yang melaksanakan fardhu ‘ain. Sebagaimana kelebihan orang yang menghafal Al Qur’an tentu berbeda dengan yang hanya membacanya.


Ok, semoga kita punya paradigma yang sama untuk belajar hukum tajwid.


Catatan : 


Ada keutamaan khusus bagi yang belajar ilmu tajwid. 


Dan hal ini akan lebih mudah kalau sudah bisa tilawah lancar. Artinya tinggal ngasih nama atau istilah tajwid dari huruf-huruf yang dibaca. Kalau ngga percaya, boleh dicoba.


Alur Belajar Baca Al Qur'an yang Biasa Dilakukan

Alur belajar membaca alquran
Tahapan belajar membaca alquran


Gambar di atas merupakan gambaran proses belajar membaca Al-Qur’an dari awal sampai lancar (cepat dan bertajwid) yang biasa dilakukan di Indonesia. 


Minimal 5 tahapan yang harus dilalui oleh seseorang untuk bisa lancar membaca Al-Qur’an.


Tahap 1

Menghafalkan huruf-huruf hijaiyah dari alif sampai ya. Ada banyak metode yang dibuat seperti bernyanyi dengan irama tertentu atau menyerupakan huruf hijaiyah dengan hewan atau yang lainnya. 


Tahap 2

Setelah hafal huruf-huruf hijaiyah, tahap selanjutnya adalah belajar menambahkan bunyi a,i,u dan an, in, un pada setiap huruf hijaiyah.


Tahap 3

Ditahap sebelumnya huruf hijaiyah masih berdiri sendiri, belum disambungkan. Nah, di tahap ketiga ini mulai belajar untuk menyambungkan huruf


Tahap ini merupakan gabungan dari tahap 1 dan 2. 


Banyak orangtua yang menganggap anaknya sudah lancar membaca Al-Qur’an ketikan selesai tahap ini. Padahal ini adalah setengah perjalanan dari proses belajar membaca Al-Qur’an.


Karena sudah merasa cukup (bisa membaca tanpa dieja), banyak yang berhenti untuk meningkatkan kemampuan tilawahnya.


Banyak yang berhenti belajar sampai disini, terutama anak-anak. Waktu mereka untuk belajar hanya dari TK sampai SD, mulai SMP ke atas tidak lagi menjadi prioritas.


Kalah dengan les-les pelajaran lain di sekolah. 


Alhasil kemampuan membaca Al-Qur’an (tilawah) masih rendah. Apakah anda termasuk ?


Tahap 4

Tahap menghafal hukum tajwid ini biasanya dilakukan di SMP & SMA karena termasuk materi yang harus di pelajari di mata pelajaran Agama Islam. 


Namun sayang, tahap ini kurang mendapat peminat. Dan tahap ini hanya sebatas menghafal, belum sampai faham. Cukup bisa menjawab soal dan mendapat nilai bagus.


Tahap 5

Inilah tahapan tersulit yang harus dilalui untuk bisa lancar tilawah (cepat dan bertajwid). 


Proses untuk melatih dan menerapkan materi tajwid yang sudah dihafal sebelumnya. Proses ini menjadi berat karena ditahapan 4 proses menghafal belum sampai faham. 


Dan hasilnya banyak yang merasa kesulitan. 

Sudah hafal hukum-hukum tajwid, tapi kalau baca masih salah. 


Kalau anda berada disini, tenang …. Ada solusinya (^_^)


Proses belajar membaca Al-Qur’an yang panjang dan penuh dengan hafalan (istilah-istilah tajwid) membuat sangat sedikit yang bisa melaluinya. 


Banyak yang gugur di tengah jalan karena tidak sanggung menanggung beban hehe….


Lalu, apa ada solusi atau jalan pintas supaya lebih cepat prosesnya? 

Bagaimana cara cepat belajar membaca Alquran?

Tanpa perlu menghafal istilah-istilah tajwid (teori) juga?


Kalau ada, anda mau ? ….


Tujuan belajar tajwid


Tujuan belajar tajwid
Tujuan belajar hukum tajwid


Para ulama membuat ilmu tajwid itu supaya umat islam terhindar dari kesalahan membaca Al-Qur’an dan bisa membacanya sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.


Ilmu tajwid dibuat untuk mempermudah tilawah, bukan sebaliknya. Jadi, kalau ada yang merasa susah untuk membaca Al-Qur’an karena tajwid, itu berarti ? silahkan jawab sendiri


Kembali ke tujuan belajar ilmu tajwid yaitu menghindari kesalahan dalam membaca Al-Qur’an, kesalahannya dibagi menjadi 2 :


Kesalahan membaca yang bisa merubah arti atau juga tidak. Contohnya : membaca huruf ‘ain menjadi hamzah dalam kalimat Robbil ‘alamin


Kesalahan membaca yang tidak sampai merubah arti. Contohnya : ghunnah tidak ditahan. Kalau sengaja, hukumnya makruh (sebaiknya ditinggalkan walaupun tidak mendapat dosa, dan perbuatan ini dibenci oleh Allah)


Ya, ini adalah hukum tajwid dan istilah-istilah yang kemungkinan besar anda semua sudah tahu. 


Dan kalau diajak untuk belajar lagi, mungkin banyak yang akan mengerutkan dahi dan menarik bibirnya. 


Banyak istilah dan huruf yang harus dihafal (pengalaman ketika belajar tajwid (^_^))


Tapi, coba perhatikan materi yang ditengah / dahan (warna biru), bukan ranting (berwarna merah)

materi tajwid lengkap
Materi tajwid lengkap

Selama ini tajwid membuat kita ogah untuk belajar karena motivasi kita kurang, tapi disuguhi materi di ranting yang banyak.


Kalau kita kembali ke asal dibuatnya ilmu tajwid yaitu untuk membuat mudah dan menghindari kesalahan. 


Dan perlu kita ketahui kalau Al-Qur’an yang pertama ditulis pada zaman sahabat itu Arab gundul, tidak ada baris atau tanda bacanya.


Jadi, baris dan tanda baca itu untuk mempermudah. Itulah ilmu tajwid.


Coba sekarang kita ubah cara pandangnya. Tanda baca itu dibuat untuk mempermudah. Dan itulah yang dilakukan oleh ilmu tajwid. Menambahkan tanda baca. 


Sampai sini sudah mulai terbayang cara cepat belajar membaca Alquran atau masih gelap ? hehe ….


Perhatikan lagi gambar mindmapping tajwid, dan ubah fokusnya ke batang atau yang diberi warna biru. Lebih sedikit kan dibandingkan dengan rantingnya (warna merah). 


Apa yang terlihat? Tanda baca. Ya, tanda baca atau simbol inilah yang menjadi kunci.


Oleh karena itu kami membuat program Jenius Baca Qur’an dengan slogan “Belajar Baca Qur’an tanpa Menghafal Tajwid” dengan cara Tajwid Simbol. Ini merupakan salah satu cara cepat belajar membaca Alquran yang mudah dan tanpa repot.


Hal ini upaya kami untuk mempermudah umat dalam membaca Al-Qur’an dan mengurangi trauma tajwid (bagi beberapa orang ada yang trauma mendengar kata tajwid). 


Tajwid seolah-olah tembok yang harus ditembus atau dirobohkan untuk bisa lancar tilawah.


belajar membaca alquran tanpa teori tajwid
Tantangan belajar membaca Alquran

Banyak istilah-istilah dan huruf yang harus dihafal. 


Pengertian ikhfa, idzhar, idghom dan yang lainnya. Terus hurufnya apa saja, dan seterusnya yang membuat sebagian capek. 


Ditambah lagi motivasi yang kurang. 

Pokoknya wah dech ….


Jadi, bisa ngga lancar tilawah (cepat dan bertajwid) tanpa menghafal tajwid (istilah-istilah tajwid) ?


Jawabannya : “Biiisaa…”(sambil berdiri dan berteriak disertai tangan menggenggam dan dipukulkan ke langit)


Kalau bisa, bagaimana cara cepat belajar membaca Alquran? 

Maksudnya tanda baca kuncinya itu gimana?


Tenang, tenang … sudah mulai penasaran ya? Hehe…


Kunci dari Ilmu Tajwid


kunci cara cepat belajar membaca alquran
Kunci cara cepat belajar membaca alquran


Kunci dari tajwid salah satunya adalah simbol atau tanda baca. Hal inilah yang ditambahkan oleh para ulama dalam mushaf Al-Qur’an untuk mempermudah kita membacanya. Jadi, dengan tahu fungsi dari masing-masing tanda baca kita bisa membaca Al-Qur’an dengan benar.


Dengan memahami simbol atau tanda baca nun mati dan tanwin, kita bisa membaca izhar, idgham, dan ikhfa dengan benar. 


Bayangkan, hanya dengan memahami nun mati dan tanwin. Tidak perlu menghafalkan pengertian dari masing-masing hukum, dan juga huruf-hurufnya. Tapi kita bisa membacanya dengan benar.


Ya, inilah yang dibuat oleh para ulama, mempermudah. Jadi, kalau masih ada yang berpikiran tajwid itu sulit, mungkin itu salah kita atau kurang pas dalam mengajarkannya.


Sekarang sudah mulai terbayang apa itu Tajwid Simbol?


Ya, kita menghafalkan simbol atau tanda baca yang ada di Al-Qur’an. Inilah salah satu kunci cara cepat belajar membaca Alquran.


Catatan : tajwid simbol ini hanya bisa digunakan di Al-Qur’an cetakan Madinah ya. Tidak bisa digunakan di Al-Qur’an cetakan Indonesia. 


Emang beda gitu? … 

Jawabannya ada di bawah.


Perbedaan Al-Qur’an Cetakan Madinah dan Cetakan Indonesia


Al-Qur’an cetakan Indonesia adalah mushaf yang banyak beredar di Indonesia (nasional), dan Al-Qur’an cetakan Madinah beredar di seluruh dunia.


Apa bedanya?


Kalau dari isi sama, tidak ada kata atau kalimat yang berbeda. Yang membedakan hanya font dan sebagian tanda baca. Hal inilah yang membuat Tajwid Simbol hanya bisa menggunakan Al-Qur’an Madinah.


Sebelum dibahas apa saja perbedaannya, berikut ini penampakan dari kedua cetakan tersebut.


Al Quran cetakan Indonesia
Gambar Al-qur’an cetakan Indonesia


Al Quran cetakan madinah internasional
Gambar Al-Qur’an cetakan Madinah


Perbedaan dari kedua Al-Qur’an dari tanda baca diantaranya :


Sukun (tanda mati)

Penulisan sukun di Al-Qur’an Indonesia ditulis umum dan tidak spesifik. Jadi tidak bisa digunakan untuk membedakan hukum tajwid. 


Sedangkan di Al-Qur’an Madinah, sukun hanya diberikan untuk huruf yang dimatikan dan dibaca. Dan huruf yang tidak diberi sukun itu tidak dibaca atau dibaca tapi tidak jelas atau samar. 


Berikut ini contoh Al-Qur’an cetakan Madinah

Surat an naas cetakan madinah


Al-Qur’an cetakan Indonesia

Surat An Naas cetakan Indonesia


Dari kedua gambar diatas bisa dilihat ada beda penulisan sukun. 


Di cetakan Indonesia, semua huruf diberi sukun. Baik itu untuk huruf mad yang dibaca 2 harokat, atau untuk huruf yang mati dan yang lainnya. Tidak ada perbedaan penenempatan sukun.


Kalau di cetakan Madinah, sukun hanya diberikan di huruf yang memang mati dan dibaca. Tidak diberikan di huruf mad yang memang berfungsi untuk memanjangkan atau lainnya.


Hamzah dan Alif

Penulisan hamzah dan alif dalam Al-Qur’an Madinah dibedakan. 


Alif hanya berfungsi sebagai huruf mad, huruf yang berfungsi untuk memanjangkan suara


Sehingga alif tidak bisa mempunyai bunyi a, i,u ataupun an, in, un. Huruf yang bisa bunyi a, i, u atau an, in, un adalah hamzah.

Kalau di Al-Qur’an cetakan Indonesia huruf alif dan hamzah tidak dibedakan.


Supaya lebih jelas, bisa dilihat di gambar


Al Qur'an Madinah

Gambar surat al kautsar


Hamzah ada yang ditulis sendiri dan ada yang  ditulis diatas atau dibawah alif.


Al Qur'an cetakan Indonesia

gambar surat al kautsar cetakan indonesia


Penulisan alif dan hamzah sama


Karena ada beberapa perbedaan penulisan dan penempatan tanda baca itu yang membuat Program Cara Cepat Belajar Membaca Alquran hanya bisa menggunakan Al-Qur’an cetakan Madinah.


Tapi tenang, Al-Qur’an ini sekarang sudah banyak kok di Indonesia. Kalau dulu Al-Qur’an ini harus import, tapi sekarang percetakan Qur’an di Indonesia pun sudah ada yang buat. 


Perlu versi app android juga ada. Salah satunya Quran Best Indonesia. Aplikasi Qur’an ini ada pilihan termasuk cetakan Indonesia dan cetakan Madinah. (bukan promosi ya (^_^) )


Tajwid Simbol

Masih ingat dengan gambar proses belajar baca Qur’an yang biasa dilakukan di Indonesia.


belajar membaca alquran


Dalam program Jenius Baca Qur’an, prosesnya hanya ada 3 tahapan yaitu :

cara cepat belajar membaca alquran


Program cara cepat belajar membaca Alquran tidak melewati proses menghafal huruf hijaiyah satu-persatu karena keperluannya hanya sedikit. 


Penggunaan di Al-Qur’an seperti di beberapa awal surat misalnya Al Baqarah ayat 1, Yasin ayat 1, dan lain-lain yang hanya terdiri dari beberapa huruf dan tanpa tanda baca selain bentuk seperti alis.


Kemudian tidak melewati proses menghafal hukum tajwid dan istilah-istilahnya karena fokus langsung ke cara baca. 


Program cara cepat belajar membaca Alquran tidak menghafalkan huruf-huruf ikhfa, idzhar dan yang lainnya karena fokus ke simbol yang mewakilinya.


Dengan hanya menerapkan 3 tahap dalam belajar membaca Al-Qur’an ini membuat proses belajar jadi lebih mudah dan bisa dilakukan oleh siapa saja tidak memandang gender maupun usia dan profesi. 


Untuk mempermudah penyebutan, ada beberapa istilah tajwid yang dirubah penyebutannya :

... bersambung


Untuk melanjutkan

eBook Jenius Baca Qur’an - Cara cepat belajar membaca Alquran

silahkan kunjungi link


https://ebook.pesantrenjenius.my.id/checkout


atau kirim pesan via whatsapp ke

082 133 133 203


Profil Penulis Cara Cepat Belajar Membaca Alquran


Karso R, biasa dipanggil Pakar (singkatan dari Pak Karso ), bukan ustadz ya


Mulai mengajar tajwid tahun 2002 ketika SMA. Dilanjutkan tahun 2006 mengajar TTQ (tilawah tahfizh Qur’an) di SDIT dengan Sistem Abatatsa. Mulai tahun 2008 juga mengajar tahsin privat baca Qur’an. 


Tahun 2009 menjadi trainer Abatatsa Bandung Raya. Dan tahun 2014 menjadi konsultan Abatatsa untuk Sekolah Islam Terpadu.


Kalau mau belajar teori hukum tajwid lengkap beserta contohnya bisa lihat di artikel Hukum Tajwid Lengkap


Mau belajar membaca Alquran gratis lihat di Belajar Membaca Alquran Gratis

LihatTutupKomentar